This is default featured slide 1 title

Selamat Datang di Blog Hipa Hal-Sel Jabodetabek|Dalam Blog Hipma Hal-Sel ini Kami Membagikan InformasI-Informasi Seputar Halmahera Selatan|Tidak Lupa Pula Kami Akan Mempulikasikan Setiap Agenda Yang di Jalankan Oleh Hipma Hal-Sel Jabodetabek

This is default featured slide 2 title

Selamat Datang di Blog Hipa Hal-Sel Jabodetabek|Dalam Blog Hipma Hal-Sel ini Kami Membagikan InformasI-Informasi Seputar Halmahera Selatan|Tidak Lupa Pula Kami Akan Mempulikasikan Setiap Agenda Yang di Jalankan Oleh Hipma Hal-Sel Jabodetabek

This is default featured slide 3 title

Selamat Datang di Blog Hipa Hal-Sel Jabodetabek|Dalam Blog Hipma Hal-Sel ini Kami Membagikan InformasI-Informasi Seputar Halmahera Selatan|Tidak Lupa Pula Kami Akan Mempulikasikan Setiap Agenda Yang di Jalankan Oleh Hipma Hal-Sel Jabodetabek

This is default featured slide 4 title

Selamat Datang di Blog Hipa Hal-Sel Jabodetabek|Dalam Blog Hipma Hal-Sel ini Kami Membagikan InformasI-Informasi Seputar Halmahera Selatan|Tidak Lupa Pula Kami Akan Mempulikasikan Setiap Agenda Yang di Jalankan Oleh Hipma Hal-Sel Jabodetabek

This is default featured slide 5 title

Selamat Datang di Blog Hipa Hal-Sel Jabodetabek|Dalam Blog Hipma Hal-Sel ini Kami Membagikan InformasI-Informasi Seputar Halmahera Selatan|Tidak Lupa Pula Kami Akan Mempulikasikan Setiap Agenda Yang di Jalankan Oleh Hipma Hal-Sel Jabodetabek

Kamis, 30 Mei 2013

Tarian Katreji - Maluku Utara

Tarian Katreji - Maluku

Maluku Utara  adalah daerah yang memiliki sejarah alkulturisasi yang panjang. Oleh karena itu, tak mengherankan apabila tarian daerah Maluku Utara terpengaruh oleh unsur budaya yang berasal dari luar Maluku Utara. Seperti tari Katreji dan Polonaise misalnya.

Tarian katreji merupakan percampuran budaya Portugis dan Belanda dengan budaya Maluku Utara, karena menggunakan bahasa Portugis dan Belanda pada saat penarinya memberikan aba-aba pada setiap gerak yang dilakukan.

Sedangkan tarian polonaise adalah tarian lambat berasal dari Polandia. Polonaise merupakan kata dalam bahasa Perancis yang berarti "Orang Polandia". Tari polonaise kemungkinan dibawa ke Maluku Utara oleh para pedagang Eropa. Para penarinya saling berpasangan sambil membentuk formasi lingkaran dan biasanya ditampilkan pada saat pesta pernikahan.

Selain Katreji dan Polonaise ada pula tari lainnya yang tak kalah menarik seperti tari cakalele, saureka-reka, tari lenso dan tari bambu gila.
Sumber : Bendera RI

Tarian Togal

Tarian Togal


Tarian Togal adalah salah satu tarian dari bermacam-macam tarian yang ada di maluku utara.  tarian togal adalah tarian yang bisanya di mainkan ketika ada acara-acara tertentu Misalnya ada penyambutan Tamu Spesial, Nikahan dan acara-acara adat lainnya.  tarian togal ini biasanya di di lakuka berpasang-pasagan, yang terdiri dari 5 orang pria dan 5 orang wanita.
 
Tarian togal  biasanya di iringi dengan music-music tradisional misalnya Juk, Tifa, Gong, dan ada satu orang yang biasa melantunkan pantun untuk mengiringi music-music yang di mainkan.
Kostum yang di gunakan juga beragam, biasanya ada juga yang seragam antara pria da wanita, dan ada juga yang berbeda warna antara penari pria dan penari wanita.
 
Kalau ada penyambutan tamu dan Acara-Acara Adat, Biasannya Penari pria dan wanita menggunakan  pakayan yang seragam, kalau acara-acara biasa misalnya nikahan biasanya di ramaikan dengan Masayarakat yang ingin Menari saja, dan mayoritas yang ada di dalam tenda acara adalah ibu-ibu dan papak-bapak.

Bambu Gila

Bambu Gila

 
Bambu Gila
baramasuwen (bambu gila) termasuk salah satu pertunjukan budaya yang sampai saat ini masih eksis di daerah maluku utara, baramasuwen atau biasa di sebut juga dengan bambu gila ini hanya bisa di lihat ketika ada acara-acara tertentu misalnya acara adat atau pesta rakyat, bambu gila ini biasanya di mainkan oleh satu orang pawang dan 5-8 orang yang memgang bambu tersebut, dan bambu yang sudah di ketok dengan sedikit bacaan mantra oleh sang pawang akan mengikuti gerak tangan dan badan dari sang pawang, dan orang-orang yang memegang bambu tersebut juga akan kewalahan karna bambu menahan getaran dari bambu tersebut.
\
 Berdasarkan pengalaman saya, saya awalnya tidak percara kata orang orang bahwa bambu  gila bisa bergerak sendiri, dan saya berinisiatif untuk membuktikannya,  ketika sang pawang mebakar menyan dan di kelilingi di bambu yang akan kita pegang, saya udah keringetan, setelah sang pawang membaca sedikit mantra bambu yang kita pegang sudah mulai bergetar, dan bambupun mulai bergerak mengikuti tangan dari sang pawang, dan dari situ saya baru sadar ternyata bambu gila itu benar-benar nyata "tidak ada rekayasa dari orang-orang yang memegang bambu.

Tarian Dana-Dana

 
Tari Dana-dana adalah   tari pergaulan remaja yang sampai saat ini
masih berkembang di Daerah   Gorontalo dan tarian dana-dana itu sendiri masih eksis sampai skarang di maluku utara.
  
   Dungan Tanali adalah   petikan gambus dari Gendang Marwas. Syair pantunnya
berisi pesan-pesan   pembangunan yang dapat disimak oleh penonton! .sedang di situs www.bi.go.id   pada profil Maluku utara, tertulis sbb:
    Tarian Dana-Dana
                                                                               
     Salah satu tarian khas   Maluku Utara yang biasanya ditarikan
pada saat hajatan berupa acara   perkawinan atau pesta rakyat. Keunikannya tari
ini didominasi oleh   gerakan-gerakan yang dinamis mengikuti irama musik berisi
pantun bertemakan   percintaan dan di lakukan oleh pasangan pria dan wanita yang terdiri dari 5 pria dan 5 wanita.
  
      jadi begitu, mungkin itu hanya kebetulan saja, bahwa   namanya sama
yakni: Dana-dana. apapun demikian kita harus tetap menjaga   kelestarian budaya
bangsa kita sendiri jangan sampai punah budaya-budaya di maluku utara karna banyak di maluku utara begitu banyaknya tarian-tarian yang ada di maluku utara..

TARIAN TIDE-TIDE

TARIAN TIDE-TIDE
Tidetide adalah tarian khas Halmahera Utara yang biasanya dipentaskan pada acara tertentu seperti pada pesta perkawinan adat atau pesta rakyat. Gerakan pada tarian Tidetide memiliki makna tertentu yang dapat diartikan sebagai bahasa pergaulan sehingga Tidetide juga dikenal sebagai tari pergaulan.
 
 Tarian ini dibawakan oleh kelompok penari pria dan wanita yang berjumlah 12 orang sambil diiringi tabuhan tifa, gong dan biola. tarian Tide-Tide yang berasal dari daerah ternate dan tarian tersebut mempunyai ciri khas adat seatoran Maluku kie raha sehingga tarian ini di pakai dalam upacara perkawinan maupun acara hajatan dan lain-lain.
 
Tarian ini memiliki arti kesuburan alam semesta serta motif-motif mistik. sebagai tarian adat tide-tide merupakan bentuk tarian tradisional yang sudah sangat kuno. Tarian ini aslinya tidak bersifat liris, ditarikan secara duet oleh penari putera- puteri dalam 2 sampai 6 pasangan.
Sumber : halmaheraurata.com

TARIAN DENGEDENGE

TARIAN DENGEDENGE
Selain Tidetide, Halmahera Utara juga memiliki Dengedenge sebagai tarian pergaulan yang biasanya dibawakan oleh sekelompok penari pria dan wanita sambil diiringi nyanyian-nyanyian berupa syair pantun yang memiliki makna cinta dan harapan di masa depan. Tidak jarang tarian ini diakhiri dengan sebuah kesepakatan untuk menikah antara si penari pria dan wanita. Nyanyian pengiring Dengedenge dibawakan dengan cara saling berbalas-balasan.

TARIAN GUMATERE

TARIAN GUMATERE
 
Dimaksudkan untuk meminta petunjuk atas suatu persoalan ataupun fenomena alam yang sedang terjadi. Tarian ini dibawakan oleh 30 orang penari pria dan wanita. Penari pria menggunakan tombak dan pedang sedangkan penari wanita menggunakan lenso. Yang unik dari tarian ini adalah salah seorang penari akan menggunakan kain hitam, nyiru dan lilin untuk ritual meminta petunjuk atas suatu kejadian. Gumatere merupakan tarian tradisional rakyat Morotai.

TARIAN CAKALELE

TARIAN CAKALELE
 
 

Tarian Cakalele adalah tarian perang yang saat ini lebih sering dipertunjukan untuk menyambut tamu agung yang datang ke daerah ini maupun untuk acara yang bersifat adat. Para penari cakalele pria biasanya menggunakan parang dan salawaku sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan). Cakelele merupakan tarian tradisional khas Maluku.
 
Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di kedua tangan penari menggenggam senjata pedang (parang) di sisi kanan dan tameng (salawaku) di sisi kiri, mengenakan topi terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih. Sementara, penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan (lenso) di kedua tangannya. Para penari Cakalele yang berpasangan ini, menari dengan diiringi musik beduk (tifa), suling, dan kerang besar (bia) yang ditiup.
 
Keistimewaan tarian ini terletak pada tiga fungsi simbolnya. (1) Pakaian berwarna merah pada kostum penari laki-laki, menyimbolkan rasa heroisme terhadap bumi Maluku, serta keberanian dan patriotisme orang Maluku ketika menghadapi perang. (2) Pedang pada tangan kanan menyimbolkan harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan. (3) Tameng (salawaku) dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian menyimbolkan gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak kepada masyarakat.

Tarian Soya-soya

Tarian Soya-soya

Tarian Soya-soya adalah tarian perang yang berasal dari Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Tarian ini mengisahkan tentang Patriotisme Pasukan Perang Moloko Kie Raha dalam upaya mengusir penjajah dari Moloko Kie Raha.
Tarian ini menceritakan tentang pencarian mayat Sultan Khairun, ayahnya Sultan Babbullah, yang dibunuh oleh Portugis didalam Benteng Gamma Lama/Kastela/Nostra Senhora Del Rosario pada tahun 1570.

Banyak pasukan yang bergabung dalam penyerbuan benteng tersebut untuk mencari mayat Sultan Khairun, yang dipimpin oleh Sultan Babbullah. Dalam pencarian yang melibatkan seluruh kerajaan yang ada di Moloko Kie Raha hingga dari luarpun ikut dalam pencarian ini dan menghabiskan waktu yang cukup lama, dan seluruhnya dipertaruhkan untuk mengusir Bangsa Portugis yang telah dengan kejam membunuh Sultan Khairun. Dalam pertempuran tersebut pasukan Kayoalah yang menemukan mayat Sultan Khairun, sehingga diciptakan tarian ini oleh seniman Kesultanan untuk mengabadikan peristiwa bersejarah ini.

Busana yang di Kenakan

Busana yang dikenakan para penari adalah Ikat kepala yang berwarna kuning yang dalam Bahasa Ternate disebut Tuala Lipa/Lipa Kuraci, Baju belah dada berwarna putih yang dalam Bahasa Ternate disebut Taqoa, Celana panjang juga berwarna putih dan rok berwarna merah, hitam, kuning dan hijau.
Alat-alat yang dipakai dalam tarian tersebut adalah Perisai (Salawaku) di tangan kiri dan kanan memegang ngana-ngana – seruas bambu yang diberi hiasan daun palam (Woka) yang berwarna merah, kuning dan hijau disampingnya dipasangi kerincingan (Gring-Gring) atau diberi biji-biji jagung didalam bambu tersebut, sehingga bila digoyang akan berbunyi ritmis.

Musik Pengiring

Musik pengiringnya terdiri dari Gendang (Tifa), Gong(Saragai), Gono yang berukuran kecil (Tawa-tawwa) dan 3 orang pemusik. Jumlah penari tidak ditentukan, tetapi harus ganjil.
Maksudnya para penari yang jumlahnya genap sebagai pasukan perang dan penari yang satu orang itu sebagai komandan pasukan atau kapita perang.
Pada khususnya tarian ini biasanya dipertunjukan pada upacara-upacara adat penjemputan tamu Agung Sultan yang ditarikan setelah tarian cakalele. Dan pada umumnya tarin Soya-soya ini bisa dipertunjukan sat penjemputan tamu terhormat lainnya serta pada acara-acara yang biasa digelardi Ternate dan Maluku Utara pada umumnya.

Makanan Khas Maluku Utara

Makanan Khas Maluku Utara

Ini adalah sajian ikan mentah yang di lumuri dengan bumbu yang sudah dimasak. Rasanya menarik sekali pastinya. Saya mencoba sedikit terlebih dahulu takut tidak sesuai dengan perut saya, eh ternyata rasanya menakjubkan sekali. Tekstur ikan tuna merah mentah yang potong dadu ditambah dengan racikan bumbu-bumbu khas nya membuat sajian ini begitu segar sekali dimakan disiang hari. Menu Gohu ikan ini cocok sekali jika disantap dengan Kasbi, singkong rebus maupun ubi rebus. Sungguh masakan sehat yang layak di coba jika anda sedang berkunjung ke kota Ternate. Menu yang tersaji dimeja juga beragam sekali. Terlihat sebaskom popeda (masyarakat Papua dan Ambon sering menyebutnya Papeda). Selain itu juga terlihat sayur lilin, sayur atau gulai yang tadinya membuat saya sumringah karena saya pikir itu adalah gulai telur ikan, karena bentuknya mirip sekali dengan telur ikan namun ternyata bukan. Terlihat juga Kuah soru yaitu kuah yang biasanya dipergunakan untuk makan popeda, dimasak bebarengan dengan ikan asar (ikan asap), rasanya sendiri asam pedas dengan aroma ikan asar yang sangat kuat. Selain itu juga terlihat Kasbi(singkong rebus), pisang rebus, ubi rebus, ikan bakar, ikan goreng, fofoki kuah santan, sayur garo (tumis kangkung dengan bunga papaya). Diantara sebanyak itu menu makanan yang menarik perhatian saya adalah Gohu ikan. Gohu sendiri mempunya arti Rujak. Jadi menyebutnya haruslah lengkap Gohu ikan. Ini adalah sajian ikan mentah yang di lumuri dengan bumbu yang sudah dimasak. Rasanya menarik sekali pastinya. Saya mencoba sedikit terlebih dahulu takut tidak sesuai dengan perut saya, eh ternyata rasanya menakjubkan sekali. Tekstur ikan tuna merah mentah yang potong dadu ditambah dengan racikan bumbu-bumbu khas nya membuat sajian ini begitu segar sekali dimakan disiang hari. Menu Gohu ikan ini cocok sekali jika disantap dengan Kasbi, singkong rebus maupun ubi rebus. Sungguh masakan sehat yang layak di coba jika anda sedang berkunjung ke kota Ternate.




makanan khas kota halmaheraMenu yang tersaji dimeja juga beragam sekali. Terlihat sebaskom popeda (masyarakat Papua dan Ambon sering menyebutnya Papeda). Selain itu juga terlihat sayur lilin, sayur atau gulai yang tadinya membuat saya sumringah karena saya pikir itu adalah gulai telur ikan, karena bentuknya mirip sekali dengan telur ikan namun ternyata bukan. Terlihat juga Kuah soru yaitu kuah yang biasanya dipergunakan untuk makan popeda, dimasak bebarengan dengan ikan asar (ikan asap), rasanya sendiri asam pedas dengan aroma ikan asar yang sangat kuat. Selain itu juga terlihat Kasbi(singkong rebus), pisang rebus, ubi rebus, ikan bakar, ikan goreng, fofoki kuah santan, sayur garo (tumis kangkung dengan bunga papaya). Diantara sebanyak itu menu makanan yang menarik perhatian saya adalah Gohu ikan. Gohu sendiri mempunya arti Rujak. Jadi menyebutnya haruslah lengkap Gohu ikan

Obyek Wisata Pantai Guraici

Obyek Wisata Pantai Guraici

Pantai guraici
Pernakah anda berwisata ke Timur Indonesia? Kepulauan Halmahera adalah tempat yang akan membuat anda tercengang dengan keindahan alam Indonesia. Salah satu objek wisata yang menakjubkan di sini adalah Pulau Gura Ici. Pulau ini terletak bersebelahan dengan Pulau Lelei Kayoa Halmahera Selatan.
Yang luar biasa dari Pulau Gura Ici selain pasirnya yang putih dan pantainya yang indah adalah pulau ini memiliki kira-kira 10 lokasi untuk diving dan menikmati keindahan bawah lautnya. Pulau Gura Ici memiliki berbagai jenis terumbu karang yang sangat indah, dan biota lautnya juga luar biasa. Tak heran jika banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke pulau ini.
Lokasi diving di sini juga berbeda dengan lokasi menyelam di tempat lain, disebabkan Pulau Gura Ici dilewati oleh garis khatulistiwa sehinga ragam biota bawah laut di tempat ini sangat beragam, Ikan Pari adalah ikan yang paling banyak dijumpai di pulau ini. Sensasi yang luar biasa ketika kita berenang dibawah ikan pari berukuran besar.
Untuk fasilitas, tidak perlu khawatir, karena di Pulau ini sudah terdapat hotel dan penginapan bagi anda melepas lelah. Banyak juga restoran yang menyediakan menu khas halmahera, yang pastinya siap untuk menggoyang lidah anda dengan kesegarannya.
Untuk mencapai pulau Gura Ici ini, anda dapat menggunakan kapal penyebrangan yang kira-kira dapat menampung 150 orang, dan membutuhkan biaya 80.000 per orang. namun jika anda sanggup, anda dapat menyewa speed boat yang tentunya memakan waktu lebih cepat dari kapal biasa, hanya 2-3 jam.
Jadi tunggu apa lagi? Saksikan sendiri keindahan laut Halmahera.

Obyek Wisata Kabupaten Widi

Obyek Wisata Kabupaten Widi

pantai Widi


Obyek wisata Kepulauan Widi di Kabupaten Halmahera Selatan menjadi andalan bagi pemerintah setempat untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara ke daerah itu.

Pemkab Halsel menjadikan Kepulauan Widi menjadi andalan antara lain karena pantai pasir putihnya yang tak kalah indah dibandingkan Pantai Kuta di Bali. Juga panorama bawah lautnya yang keindahannya setara dengan panorama bawah laut di Raja Ampat, Papua.
Bahkan, panorama bawah laut di Kepulauan Widi memiliki lebih indah dibanding taman laut lainnya di Indonesia, terutama terumbu karangnyanya yang secara umum masih dalam kondisi baik. Di Kepulauan Widi juga ada hutan yang masih alami dan dihuni berbagai jenis burung.

Untuk memasarkan Kepulauan Widi, pemda setempat telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Raja Ampat untuk mengarahkan wisatawan juga ke Kepulauan Widi setelah dari Raja Ampat.

Penerbangan dari Manado

Obyek wisata Kepulauan Widi terletak di perbatasan antara Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Raja Ampat. Untuk mencapai Kepulauan Widi, dari Raja Ampat hanya dibutuhkan waktu sekitar 4 jam menggunakan speed boat.

Pemkab Halsel saat ini juga tengah mengupayakan penerbangan langsung dari Manado ke Labuha, Ibu Kota Kabupaten Halsel, sehingga wisatawan yang berkunjung di Manado bisa dengan mudah melanjutkan kunjungan ke Kepulauan Widi.

Prasarama menuju Kepulauan Widi juga sdang dibenahi. Akomodasi bagi wisatawan, seperti hotel dan penginapan memang belum ada, tetapi wisatawan bisa menggunakan rumah penduduk. Bisa juga menginap di hotel-hotel di Labuha.

Cara termudah saat ini untuk mencapai Kepulauan Widi adalah melalui Ternate. Dari Ternate wisatawan bisa ke Labuha menggunakan kapal laut atau pesawat perintis (dua kali seminggu), selanjutnya ke Kepulauan Widi menggunakan kapal laut melalui Gane Timur.(kul/ir

Tempat wisata di Hal-sel Lelei

Tempat wisata di Hal-sel Lelei


Tempat wisata lelei
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara terus memromosikan kawasan Lelei sebagai objek tujuan wisata akhir tahun.

Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Halsel, Daud Djubaidi ketika dihubungi dari Ternate, Rabu mengatakan, Pemkab telah menginformasikan keberadaan objek wisata Pulau Lelei kepada para pengusaha Biro Perjalanan Umum dan berbagai pihak terkait guna mendorong wisatawan menikmati libur akhir tahun di pulau itu.

Objek wisata Pulau Lelei ideal bagi para wisatawan untuk menikmati libur akhir tahun, karena objek wisata itu memiliki keindahan panorama pantai, bahkan pasir putih di pantai ini sering disamakan dengan pantai Hawai di Amerika Serikat.

Selain itu, kata Daud Djubaidi, perairan di pantai objek wisata Pulau Lelei itu sangat jernih dan tenang, sehingga sangat mengasikan untuk berenang atau bermain jet sky, terutama pada pagi hari atau sore hari.

Panorama bawah laut pada perairan di sekitar objek wisata Pulau Lelei tersebut juga sangat indah, bahkan para wisatawan yang pernah menyelam disana melukiskannya sebagai surga bawah laut yang sulit ditemukan samanya di daerha lain.


pulau lelei
"Di objek wisata Pulau Lelei sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti vila sehingga wisatawan bisa menginap di vila itu. Di sana juga banyak rumah warga yang bisa disewa wisatawan," katanya.
Akses ke objek wisata Pulau Lelei cukup lancar, yakni dari Ternate menggunakan speed boad sekitar dua jam dengan tarif Rp100 ribu per orang atau bisa pula mencarter speed boad dengan tarif sesuai kesepakatan.

Sedangkan untuk fasilitas restoran dan rumah makan belum ada di objek wisata Pulau Lelei tersebut, namun menurut Daun Djubaidi, wisatawan dapat memesan makanan pada warga di sekitarnya, terutama untuk makanan lokal, seperti dari bahan sagu dan umbi-umbian.

Objek wisata lainnya di Kabupaten Halsel yang cukup ideal untuk menjadi tempat libur akhir tahun adalah objek wisata Pantai Gura Ici dan objek wisata Pulau Widi. Kedua objek wisata ini juga menawarkan keindahan pantai dan panorama bawah laut

Pantai Nusara

 
Tempat Wisata di Maluku Utara luar Biasa Banyaknya. Walaupun potensi ini tidak di manfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah namun secara Alamiah banyak tempat tempat wisata yang Indah dan mengagumkan. Salah satu tempat yang indah di Halmahera selatan yaitu Pantai nusarah.
 
Letak pantai nusaraha yaitu di Halmahera selatan rasanya tidak sempurna berwisata di Halmahera selatan jika tidak berkunjung di pantai nusaraha. Ciri khas pantai yang memiliki Arus yang tenang di tambah pepohonan beringin yang tumbuh di pesisir pantai menambah keindahan dan membentuk identitas pantai nusaraha sehingga berbeda dengan pantai – pantai yang lain.
 
Karena letaknya yang berada di Halmahera selatan, maka arus yang tenang dari pantai nusaraha ini bisa di gunakan untuk kegiatan Olahraga seperti Snorkeling, berperahu, dan berenang.
 
Dengan terumbu karang yang berada di sepanjang pantai nusaraha serta berlatarkan Pegunungan menujukan keunikan dari pantai nusaraha ini. Sehingga sangat cocok bagi anda untuk menghilangkan kepenatan dalam beraktivitas sehari – hari.
 
Di pantai yang lain di Halmahera selatan biasanya tumbuh pohon – pohon kelapa yang berjajar di pesisir pantai namun Lokasi pantai nusaraha. Pantai nusaraha sebagai salah satu tempat wisata di Halmahera selatan ini sangat di Rekomendasikan untuk di Kunjungi baik wisatawan Lokal maupun Asing. dan di tempat wisata ini juga tersedia tempat berteduh bagi para wisatawan

Jumat, 17 Mei 2013

Bupati Halmahera Selatan Tetap jadi Tersangka

JAKARTA – Kuasa Hukum Halmahera Corruption Watch (HCW), Fajri Safii mengungkapkan bahwa pihaknya telah memenangkan gugatan atas Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas perkara dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba. Menurutnya, dengan pengabulan gugatan itu maka status Muhammad Kasuba tetap jadi tersangka karena SP3 yang dikeluarkan oleh Kejati Maluku Utara sudah dinyatakan batal.

Bagaimana mungkin ada SP3 sedangkan tersangkanya belum pernah diperiksa. Selain itu, jaksa yang menyidik tidak mengerti tentang apa itu Tindak Pidana Korupsi. Ini terlihat penyidik Kejati Malut di dalam menguraikan unsur delik saja, salah menguraikannya, kata Fajri kepada wartawan, Senin (25/6).

HCW adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak sebagai penggiat antikorupsi. HCW menunjuk Fajri Syafi’i sebagai kuasa hukum yang mengajukan Praperadilan atas terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas perkara dugaan korupsi pengadaan kapal cepat tahun 2006 dengan anggaran Rp 16 miliar.

Menurut Fajri, anggaran ini tidak ada dalam APBD dan tidak pernah disetujui Dewan. Ini hanya perintah lisa dari bupati, kata Fajri kepada JPNN ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (25/6).

Dari gugatan yang dimenangkan, Pengadilan Negeri Ternate akhirnya mengeluarkan surat putusan bernomor: 01/Pid.Pra.Tipikor/2012/TTE Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut) diperintahkan untuk membatalkan SP3 sekaligus menetapkan Muhammad Kasuba sebagai tersangka.

Fajri juga mengungkapkan bahwa dalam proses persidangan, jaksa memang tidak paham dengan Hukum acara yang berlaku dalam praperadilan. Pada waktu pembuktian, jaksa sepertinya kaget, cara beracara Praperadilan. Jaksa kebingungan melihat proses beracara seperti ini. Yang lebih mengagetkan lagi SP3 yang dibuktikan oleh jaksa hanya berupa photocopy, masa produk yang dikeluarkan oleh jaksa sendiri saja tidak bisa ditunjukkan aslinya. Padahal produk itulah yang diuji saat ini oleh kami, tandasnya.

Lebih lanjut Fajri menjelaskan bahwa dalam penerbitan SP3 itu yang Kejati Maluku Utara mengacu kepada hasil Appraisal yang dikeluarkan oleh PT. Survindo Putra Pratama, padahal, PT. Survindo Putra Pratama hanyalah perusahaan penilai piguran karena badan hukumnya saja baru ada pada tahun 2008 sedangkan tindak pidana korupsinya terjadi pada tahun 2006.

Bandingkan dengan PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) yang mengatakan bahwa telah terjadi kemahalan harga dalam pembelian kapal Halsel Express-01, yang ini tidak digunakan oleh jaksa, padahal jaksa sendiri yang meminta PT. Biro Klasifikasi Indonesia untuk menilai harga kapal tersebut sebagai pembanding, sambung Fajri. (awa/jpnn). Sumer : DetikNews